matahari sudah sembunyi di ketiak bumi saat ku mendengar suara dari pohon kapuk
…
semilir angin menemani sepi …
tak terasa airmata jatuh dipelupuk..
….
sempet ku bertanya apakah debu beterbangan di atas sini… ataukah matahari terlalu terik siang tadi? hingga mata terisi air yang membersihkannya..
……
seandainya matahari tau betapa sinarnya menghangati dinginnya hati.. seandainya malam mengerti heningnya menambah kegamangan hati.. debu pun ikut menyapa seakan mengerti…diriku…sepi..
………
bila kau tahu wahai suara lembut di dahan kapuk
kenapa matahari selalu kembali ke ketiak bumi
itu hanya karena ia ingin menghangatkanmu.. menjadikan malam lebih dingin dari hati yang dingin
dan mata pun terpejam menikmati hangatnya hati
……..
atau ……..
apakah kau jadikan malam sebagai bantal di dalam mimpi…
hingga kau tak perlu terbang tinggi dengan sayapmu..
tapi biarkan mimpimu mengejar kembali hangatnya matahari yang kini sembunyi..
dan biarkan hatimu dipeluk hangat oleh selimut esok hari…
…