Sekotak Mimpi Sebutir Semangat

Harum kopi jam tiga pagi

Awan beriringan dari puncak gunung di mata angin selatan

Ia kan kunjungi mentari pagi di utara rasa

 

Terdiam menyeruput kesepian

Semua tinggal kuhirup

Harum dedaunan, asap, dan bau tanah sisa semalam

 

Tak harus melangkah

karena mereka yang datang

Matahari dengan seribu kaki

Membuat peluh meledak

 

Ketakutanku hanyalah tepi pikiran

yang hilang dengan mudah saat menggantung asa

Biarkan semua menguap saat sahabat datang

Toh kutemui lagi di hidup yang satu lagi

 

Saat badanku jadi aroma kopi makhluk baru

Saat mimpiku jadi bantal-bantal pembuat nyaman malaikat

Tuhan saat itu berikan aturan

“Nikmati saja, toh tak ada siksa”

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.